Opportunity adalah kata yang banyak dibicarakan di dunia bisnis, karier, dan kehidupan sehari-hari. Namun, banyak orang masih bingung dengan maknanya. Opportunity adalah peluang nyata yang bisa Anda ambil untuk meraih keuntungan atau mencapai tujuan.
Saya percaya, siapa pun yang paham opportunity akan lebih mudah sukses.
Artikel ini akan jelaskan semuanya secara lengkap dan praktis. Anda akan temukan definisi, ciri-ciri, fungsi, jenis, hubungan dengan SWOT, serta langkah-langkah menemukan dan memanfaatkannya.
Mari kita mulai!
Pengertian Opportunity
Opportunity adalah situasi atau kondisi yang memungkinkan seseorang atau perusahaan memperoleh keuntungan.
Menurut sumber bisnis terpercaya seperti ToffeeDev, opportunity muncul dari kebutuhan pasar yang belum terpenuhi.
Kelangkaan barang atau jasa sering menjadi pemicunya.
Saat permintaan tinggi tapi pasokan rendah, opportunity muncul di sana.
Saya setuju dengan pendapat ini.
Opportunity bukan sekadar keberuntungan.
Ia lahir dari observasi cermat terhadap perubahan sekitar.
Ciri-Ciri Opportunity
Opportunity punya ciri khas yang mudah dikenali.
Pertama, ia bersifat sementara.
Jika dilewatkan, kesempatan itu hilang.
Kedua, opportunity biasanya muncul dari masalah atau perubahan.
Misalnya, pandemi COVID-19 menciptakan peluang bisnis delivery makanan.
Ketiga, ia membutuhkan tindakan cepat.
Tanpa eksekusi, opportunity hanya menjadi angan-angan.
Terakhir, opportunity sering kali terlihat kecil di awal.
Namun, jika dimanfaatkan, ia bisa berkembang besar.
Fungsi Opportunity dalam Bisnis dan Kehidupan
Opportunity berfungsi sebagai pendorong pertumbuhan.
Ia membantu Anda mengalokasikan sumber daya dengan lebih baik.
Di bisnis, opportunity meningkatkan pendapatan dan pangsa pasar.
Di karier, ia membuka pintu promosi atau pekerjaan baru.
Selain itu, opportunity mendorong inovasi.
Anda terpaksa berpikir kreatif untuk memanfaatkannya.
Menurut pakar ekonomi, fungsi utama opportunity adalah memaksimalkan nilai dari sumber daya terbatas.
Saya yakin, orang yang rutin mencari opportunity hidupnya lebih dinamis.
Jenis-Jenis Opportunity
Opportunity hadir dalam berbagai bentuk.
Anda bisa mengklasifikasikannya berdasarkan konteks.
Opportunity Bisnis
Opportunity bisnis muncul saat pasar baru terbuka.
Contohnya, tren e-commerce di Indonesia menciptakan peluang bagi UMKM online.
Atau saat teknologi AI memungkinkan otomatisasi proses produksi.
Jenis ini sering dikaitkan dengan kelangkaan produk tertentu.
Opportunity Karier
Opportunity karier berupa proyek baru atau pelatihan khusus.
Misalnya, perusahaan Anda membuka cabang di luar negeri.
Anda bisa ikut serta dan naik jabatan.
Atau lowongan kerja di startup yang sedang berkembang pesat.
Saya sarankan, selalu update skill agar tidak melewatkan jenis ini.
Opportunity Pribadi
Opportunity pribadi berkaitan dengan pengembangan diri.
Seperti kesempatan belajar kursus gratis online.
Atau bertemu mentor yang tepat di acara networking.
Jenis ini sering terlihat sepele, tapi dampaknya besar jangka panjang.
Hubungan Opportunity dengan Analisis SWOT
Opportunity adalah salah satu pilar utama dalam analisis SWOT.
SWOT terdiri dari Strength, Weakness, Opportunity, dan Threat.
Opportunity menunjukkan faktor eksternal yang menguntungkan.
Contoh opportunity dalam SWOT:
- Peraturan pemerintah yang mendukung industri startup.
- Tren digitalisasi yang belum banyak dimanfaatkan kompetitor.
- Permintaan produk ramah lingkungan yang meningkat.
Dengan menggabungkan strength internal dan opportunity eksternal, Anda bisa membuat strategi SO yang kuat.
Tempo.co menyebutkan, opportunity membantu perusahaan tetap kompetitif.
Cara Menemukan Opportunity
Menemukan opportunity butuh kebiasaan aktif.
Pertama, lakukan riset pasar rutin.
Amati tren konsumen melalui Google Trends atau media sosial.
Kedua, identifikasi masalah yang belum terselesaikan.
Tanya pelanggan: “Apa yang masih menyulitkan Anda?”
Ketiga, ikuti perkembangan teknologi dan regulasi.
Keempat, bangun jaringan luas.
Networking sering membawa opportunity tak terduga.
Saya pribadi selalu luangkan waktu 30 menit setiap hari untuk membaca berita industri.
Hasilnya, saya menemukan banyak peluang baru.
Cara Memanfaatkan Opportunity Secara Efektif
Memanfaatkan opportunity memerlukan rencana matang.
Mulai dengan analisis risiko.
Hitung biaya, waktu, dan potensi keuntungan.
Kemudian buat timeline eksekusi.
Jangan ragu ambil risiko terkendali.
Fokus pada eksekusi konsisten.
Terakhir, evaluasi hasil secara berkala.
Jika perlu, pivot strategi.
Contoh sederhana: Anda lihat peluang jualan masker saat pandemi.
Anda langsung produksi dan jual online.
Hasilnya, omzet naik tajam dalam waktu singkat.
Contoh Nyata Pemanfaatan Opportunity
Banyak pengusaha sukses berkat opportunity.
Tokopedia lahir dari peluang e-commerce yang belum berkembang di Indonesia.
GoJek memanfaatkan kemacetan Jakarta untuk layanan ojek online.
Di karier, seorang karyawan biasa naik jadi manager karena mengambil proyek digital transformation.
Saya pernah melihat teman saya memulai bisnis skincare saat tren clean beauty naik.
Dalam dua tahun, bisnisnya sudah punya puluhan karyawan.
Opportunity Cost: Apa Bedanya dengan Opportunity?
Banyak orang keliru antara opportunity dan opportunity cost.
Opportunity adalah peluang yang diambil.
Sedangkan opportunity cost adalah nilai yang hilang karena memilih satu pilihan.
Contoh: Anda pilih investasi saham A, maka opportunity cost adalah keuntungan yang hilang dari saham B.
Memahami keduanya membantu keputusan lebih bijak.
Saya selalu hitung opportunity cost sebelum memutuskan besar-besaran.
Kesimpulan
Opportunity adalah kunci sukses jika Anda tahu cara melihat dan mengambilnya.
Jangan tunggu peluang datang sendiri.
Mulai dari sekarang, observasi sekitar, riset, dan bertindak.
Saya yakin, dengan mindset ini, Anda akan meraih hasil luar biasa.
Ingat, opportunity ada di mana-mana.
Yang membedakan orang sukses adalah keberanian memanfaatkannya.






Leave a Reply